Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bab 272 Pernikahan Di Atas Kertas

Novel berjudul Pernikahan Di Atas Kertas adalah sebuah novel yang bergenre romantis banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.

Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau kelanjutan dari cerita nya.

Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada kali ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Di Atas Kertas, Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel berikut ini

Novel Pernikahan Di Atas Kertas Bab 272


Setelah menyelesaikan makan siang di sebuah kafe, mereka segera balik ke kantor, aqila dan arka mengajak twins A untuk ikut bersama mereka, karena rengekan arin yang tak ingin pulang.

Arin sih bocah perempuan itu ingin bersama mommy.

"Mom, ini naskah Arin besok."

Arin menyerahkan naskah pidato yang akan di baca besok dan di persembahkan di atas panggung di saksikan banyak orang.

Aqila menerima dan membaca naskah pidato tersebut.

Naskah pidato tersebut tentang ibu. Aqila membaca dengan seksama dan isi dari setiap kata naskah pidato itu sangat bagus, dia sampai tersentuh.

Entah kenapa aqila jadi teringat dan rindu sama mama ana, mama angkat yang sudah merawat dan membesarkan nya dari bayi hingga besar.

Berkat keluarga angkat nya lah, sekarang dia bisa berada dan duduk bersama suami dan anak-anak nya.

Meski semua yang di lalui dalam mencapai kebahagiaan harus melewati banyak penderitaan, dia tak menyesali hal itu.

"Mama di mana sekarang? aku ingin bertemu kalian, aku ingin ucapkan banyak terimakasih kepada mama dan papa, tanpa kalian mungkin saat ini aku tidak akan ada, mungkin aku telah berada di atas sana, kaki ku tak akan berpijak pada tanah, tapi melayang di udara," monolog Aqila sedih.

"Mommy kenapa?" tanya Arin melihat mommy nya termenung.

Arka yang sedang menyetir mendengar itu langsung melihat di kursi penumpang dari kaca depan.

"Mommy tidak apa-apa sayang, mommy hanya tersentuh sama teks naskah pidato Arin sangat bangus, mommy yakin semua yang mendengar pasti akan suka dan tersentuh," jawab Aqila.

"Aku tau kamu berbohong sayang, sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan kenapa sedih seperti itu," batin Arka dapat melihat kesedihan dari kedua bola mata aqila.

"Mommy benar, tapi akan terlihat indah kalau mommy ajarin Arin," ujar Arin dengan senyum manis menggemaskan.

"Pasti mommy ajarin," kata Aqila balas tersenyum sambil mencubit gemas pipi putri nya.

Tak lama kemudian mobil yang di kendarai arka tiba di area parkiran perusahaan Adijaya.

Mereka turun dari mobil dan segera masuk ke dalam, semua staff pengawai yang melihat kedatangan adik dari atasan yang sementara waktu menggantikan posisi pak farel tunduk menghormat.

"Abi dan Arin duduk di sini ya sayang," ucap Aqila menepuk sofa.

"Iya Mom," serentak kedua bocah kembar tersebut.

Aqila menghampiri arka yang duduk di kursi kerja nya.

"Bie kamu kenapa?" tanya Aqila bingung masuk tadi pria tersebut terus terdiam.

"Aku seharusnya yang bertanya itu pada mu sayang, kenapa sedih? Emangnya naskah teks arin tadi tentang apa?" tanya Arka yang perhatian menatap lekat wajah aqila.

"Aku rindu sama mama ana bie, aku ingin bertemu dengan mereka, apa kamu bisa menemukan mereka untuk ku? Jika kamu tidak ingin membantu kak siska, setidaknya bantu aku yang menginginkan mereka," mohon Aqila membujuk arka.

"Kita bicarakan ini di dalam saja, aku tidak ingin anak-anak mendengar nya," balas Arka yang tidak menyukai masalah orang dewasa di dengar twins A.

"Baiklah."

Aqila berjalan mendekati twins A yang sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing.

"Sayang, mommy dan daddy ke dalam dulu kalian di sini jangan kemana-mana, oke," pesan Aqila lembut.

"Iya Mom," balas keduanya kompak.

Arka dan aqila masuk di ruangan tersembunyi di balik lemari.

"Apa kamu yakin ingin bertemu mereka?" tanya Arka yang masih ragu dengan keputusan sang istri.

Di tempat lain, di ruang tamu tepatnya mommy sari dan daddy rama ikut gabung bersama anak dan mantu nya yang sedang kedatangan tamu yaitu tini dan vian.

"Oh, jadi ceritanya minggu depan kalian akan melangsungkan pernikahan di LN?" tanya Daddy Rama.

"iya, Om dan kita akan berangkat sabtu ini," jawab Tini mengiyakan.

"Apa Om dan Tante berkenan menghadiri pernikahan kita?" lanjut Tini bertanya.

"Kenapa tidak, Om dan Tante sangat berkenan. Nanti kita berangkat sama-sama saja pakai jet pribadi Om, biar gak desak-desakan," usul Daddy Rama.

"Tante setuju, lagian nanti akan ada adik-adik nya farel yang ikut," tambah Mommy Sari.

"Tapi sebelum pergi bagaimana kalau kita liburan dulu? di vila seperti nya bagus untuk refreshing sekalian bulan madu farel dan tiara?"

"Setuju Tan, aku sudah lama gak liburan," sahut Tini cepat begitu antusias.

"Ini juga bagus untuk kak dewi agar tidak berlarut-larut dalam sedih memikirkan masalah kandungan nya," batin Tini.

Dan semua tidak masalah, mereka pun sama menyetujui usul mommy liburan di vila.

Mendengar tak ada yang menolak, wanita paruh bayah itu segera menghubungi dewi mantu nya, karena bian tidak bisa dihubungi.

Setelah panggilan terjawab oleh dewi di ujung sana, mommy sari menyampaikan semua yang mereka rencanakan di sini dan terdengar suara dewi yang senang.

Panggilan tersebut tak berselang lama karena mommy langsung mengakhiri.

"Dewi sudah menyetujui, sekarang giliran princess," kata Mommy Sari.

"Tunggu apalagi Mom, telpon saja qila mungkin sekarang masih berada di kantor sama suami posesif nya itu," ucap Farel.

"Hush tidak boleh bilang seperti itu, posesif juga karena dia sayang sama princess adik mu," tegur Mommy Sari .

"Sayang sih sayang Mom, tapi posesif nya itu udah kayak takut qila di ambil orang aja, kan aku kesal Mom setiap ajak qila kemana-mana suaminya itu selalu saja ingin ikut dan mau tau," terang Farel benar-benar binggung pria seperti apa arka kenapa begitu posesif.

"Mas gak usah ngomong orang, kamu sendiri kan sama kayak pak arka, lalu apa beda nya?" bisik Tiara.

"Honey, tapi aku tidak seperti arka juga yang 24 jam selalu mengikuti kemana pun perginya qila," bantah Farel tidak terima di samakan dengan arka.

"Ya kamu beda, karena kamu selalu tidak ingin di samakan dengan pria lain, aku mengetahui itu," balas Tiara.

Melihat anak dan mantu nya jadi asyik bicara berdua dengan bisik-bisik kan, mommy sari sengaja batuk untuk menyadarkan sepasang suami istri tersebut.

"Ya sudah kalian lanjut kan saja obrolan kalian Mom dan Dad masuk dulu," ujar Mommy Sari lalu mengandeng suami nya pergi meninggalkan mereka.

Kepergian kedua mertua nya, tiara mencubit perut farel.

"Auwh, sakit honey," aduh Farel meringis kesakitan.

"Rasain, kamu sih Mas lihat tuh mommy dan daddy jadi pergi karena kamu terus saja katai pak arka, udah tau pak arka mantu kesayangan nya."

"Kata siapa arka mantu kesayangan? yang ada itu arka mantu ngeselin, udah deh ngapain juga kita bahas pria itu yang ada jadi kesal sendiri dan ribut," ujar Farel tidak ingin membahas nama adik ipar nya itu………(Bersambung  Bab 273)

 

 

DAFTAR ISI BAB NOVEL

Posting Komentar untuk "Bab 272 Pernikahan Di Atas Kertas "