Bab 270 Pernikahan Di Atas Kertas
Novel berjudul Pernikahan Di Atas Kertas adalah sebuah novel yang bergenre romantis banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada kali
ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Di Atas Kertas,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini
Novel Pernikahan Di Atas Kertas Bab 270
![]() |
Di sisi lain, di kediaman kakek adrian, di ruang keluarga
tersisa dewi dan siska semua sudah pada berangkat kerja.
Dewi menatap siska dengan tatapan tidak bersahabat, dan
begitu pun dengan siska membalas dengan tatapan tak suka.
"Dasar ular licik, punya rencana apalagi kau di sini?
jangan bilang mau jadi pelakor lagi?" tuduh Dewi sudah malas tatap-tatapan
langsung mengeluarkan apa yang di ada di otak nya.
"Kenapa kau takut? lagian mau saya melakukan apapun itu
bukan urusan mu, urus saja urusan mu sendiri tidak usah sok ikut campur,"
balas Siska dengan tatapan tajam.
"Takut sama perempuan ular seperti mu? cih, jangan
harap, kau mungkin yang takut," kata Dewi tak takut malah balas menantang.
"Terserah kau saja, saya mau pergi dulu malas meladeni
mu hanya membuang waktu saya, oiya jaga diri kasihan sama bayi dalam kandungan
nya kalau ibu nya banyak pikiran," ledek Siska lalu beranjak pergi
meninggalkan dewi yang terlihat kesal padanya.
Siska kesal harus terus lama-lama bersama bumil rempong yang
selalu saja mengatai nya.
Di pikir dia akan diam jika di katai yang buruk?salah,
semakin di kata dia akan semakin gencar membalas hingga lawan nya itu diam.
Tapi tidak untuk saat ini, wanita itu ada urusan yang
membuat nya tak bisa lama harus segera pergi.
Dewi memandang kepergian siska ular betina itu sangat kesal,
dia mengumpat serapah ular itu kena sial.
"Lihat saja kau akan ku beri pelajaran biar
kapok," ucap Dewi berjanji.
Di tempat lain aqila dan arka sama-sama sibuk dan fokus sama
kerjaan.
Aqila terpaksa untuk saat ini harus mengantikan posisi farel
di perusahaan.
"Bie, nanti kita sama-sama kan, jemput twins di
sekolah?" tanya Aqila melihat jam di pergelangan tangan nya.
"Iya sayang emang nya sekarang sudah jam?" tanya
Arka menoleh menatap istri nya itu di sofa.
"Jam 10, dua jam lagi sekolah pulang."
"Hmmm, kita akan pergi satu jam lagi, sekarang selesei
kan dulu kerjaan," ucap Arka.
"Iya bie, ini juga aku hanya perlu tanda tangan lalu
beres semua."
"Gak ada lagi?"
"Enggak, kerjaan ku udah di bantu kabin jadi aku terima
beres," senyum Aqila senang karena tak harus membagi waktu lagi mengurus
kerjaan.
"Bagus lah kalau begitu kamu gak akan kecapean
lagi," Arka ikut senang jika istri nya senang.
"Iya bie."
Satu jam kemudian....
Kedua orang tersebut sudah siap-siap berangkat ke sekolah
menjemput twins A.
Sekolah twins A ternyata hari ini pulang lebih cepat dari
hari-hari sebelum nya.
Masing-masing guru memberi pengumuman pada anak murid nya di
kelas yang di ngajar.
"Abi hebat di pilih guru untuk lomba cerdas
cermat," puji Arin bangga pada kembaran nya.
"Arin juga hebat," balas Abi memuji.
"Ya, itu benar karena Arin anak mommy qila yang cantik
dan pintar," ucap Arin yang mulai besar kepala.
Ini lah salah satu hal yang membuat abi malas memuji Arin,
karena kembaran nya itu pasti akan narsis menyombongkan diri.
"Arin gak bosan apa selalu bilang cantik?" tanya
Abi sedikit penasaran kenapa anak perempuan selalu ingin di bilang cantik, apa
kata cantik itu bisa membuat perut kenyang.
"Tidak," jawab Arin singkat lalu beranjak pergi
meninggalkan abi.
Arin tau nanti dia akan mendapat ceramah, jangan sombong,
jangan ini dan jangan itu, hingga bocah perempuan itu sudah hafal setiap
ceramah yang keluar dari mulut abi, yang menurut nya sangat cerewet.
"Arin, kamu mau kemana?" teriak Abi tapi tidak di
peduli kan arin bocah perempuan itu terus berjalan.
Saat Abi ingin mengejar arin, seseorang memanggil nya.
"Abi."
Abi menoleh pada teman kelas nya yang menghentikan langkah
nya mengejar arin.
"Ada apa?" tanya Abi datar.
"Hmmm, tidak saya hanya ingin mengucap kan selamat kamu
di pilih guru mengikuti lomba cerdas cermat," kata bocah perempuan
tersebut.
"Ya, terimakasih," balas Abi lalu meninggalkan
bocah perempuan itu begitu saja.
"Huft, kenapa Abi tidak mau berteman dengan saya,
padahal saya ingin berteman dengan nya," lirih Puput sedih.
Ya, bocah perempuan itu yang menghampiri memberi selamat
pada abi bernama puput.
Abi kesal karena puput bocah cengeng itu dia harus
kehilangan jejak arin kembaran nya dan entah sekarang berada di mana dia tak
tau itu.
"Semua ini karena dia, kenapa harus menganggu,"
marah Abi kesal karena sejak awal masuk sekolah ini dia sudah tidak menyukai
bocah perempuan bernama puput.
Sedang kan bocah perempuan yang sejak tadi di cari kembaran
nya itu sedang asyik menikmati es krim.
"Bang, tambah dua lagi ya rasa coklat," ucap Arin
minta tambah pada abang penjual es krim.
"Iya dek," sahut abang penjual es krim tersebut.
"Aduh, arin lupa uang arin kan udah habis jajan di
kantin tadi, bagaimana ini? bayar pakai apa arin?" monolog arin berpikir
bagaimana cara membayar.
Sedang kan dia sudah menghabiskan tiga es krim tambah dua
ini berarti lima.
Lima es krim total nya 25.000. Sedangkan uang arin di
kantong saku sisa 2.000.
Abi yang mencari-cari Arin akhir nya menemukan bocah itu
sedang menikmati es krim.
Tak ingin kehilangan jejak lagi, abi menghampiri arin.
"Arin, Abi cariin sejak tadi tau nya di sini, kenapa
tidak kasih tau abi kalau mau ke sini kalau gitu abi gak akan pusing cariin
Arin tau," marah Abi kesal susah payah mencemaskan arin ternyata orang
yang di cemas kan itu sedang enak-enak kan menikmati es krim.
"Maaf Abi, arin ngaku salah," ucap Arin dengan
wajah sedih.
Abi melihat sikap aneh arin tidak biasa minta maaf mengerut
kening curiga.
"Arin baik kan? atau arin sakit?" tanya Abi tidak
khawatir melihat wajah sedih arin malah curiga.
"Abi...." panggil Arin dengan wajah sedih.
Abi sekilas melihat abang tukang es krim, lalu melirik adik
nya.
"Berapa es krim yang Arin habis kan?" tanya Abi
yang kini sudah mengetahui penyebab Arin berubah aneh.
"Lima, tapi Arin mau tambah lagi jadi nanti Abi bayar
semua yang Arin makan di abang nya. Terimakasih Abi, Arin sayang Abi penuh-penuh,"
ucap Arin bahagia, lalu meminta tambah es krim rasa stobery dan vanilla.
"Iya, lain kali jangan lagi, syukur ada Abi di sini
kalau tidak bagaimana cara Arin bayar?"
"Ngutang, nanti bayar nya pas Abi datang," jawab
Arin santai.
"Mana bisa utang Arin?"
"Bisa, nanti Arin bilang sama abang nya ikut arin ke
rumah, nanti arin bayar lebih, kan uang tabungan Abi banyak," jawab Arin
santai dan sontak saja membuat abi kaget bagaimana Arin tau tentang tabungan
nya.
"Arin tau dari mana tabungan Abi?"………(Bersambung
Bab 271)
Posting Komentar untuk "Bab 270 Pernikahan Di Atas Kertas "