Bab 274 Pernikahan Di Atas Kertas
Novel berjudul Pernikahan Di Atas Kertas adalah sebuah novel yang bergenre romantis banyak orang yang dibuat ketagihan untuk membaca novel ini, novel ini sangat terkenal karena jutaan orang telah membaca novel ini dan merasa puas.
Novel ini dapat membuat guncangan emosi yang kuat bagi
pembacanya, karena di setiap alur ceritanya membuat pembaca semakin ingin tau
kelanjutan dari cerita nya.
Teman – teman pasti penasaran dengan ceritanya bukan? Pada kali
ini saya akan memperkenalkan dan memberikan novel Pernikahan Di Atas Kertas,
Kami yakin anda pasti akan suka dengan novel ini, mari kita simak bersama novel
berikut ini
Novel Pernikahan Di Atas Kertas Bab 274
![]() |
Hari esok, Arka dan Aqila sudah pada siap hari ini mereka
akan menghadiri acara twins A di sekolah.
Aqila tampak cantik dengan dress yang di kenakan berwarna
putih sepanjang lutut.
Arka melihat sang istri tidak henti memuji kecantikan nya.
"Sayang, aku seperti melihat bidadari, kecantikan mu
mengalahkan semua perempuan yang pernah ku temui di dunia, bahkan mata ini
seperti tidak ingin menutup lagi saking cantik nya kamu," puji Arka
terpanah dengan kecantikan aqila istrinya begitu cantik.
"Jangan terlalu lebay deh bie, aku bisa besar kepala
nanti, tapi terimakasih atas pujiannya kamu juga tampan aku mencintaimu,"
balas Aqila dengan senyum manis menatap suaminya penuh cinta.
"Aku juga mencintaimu, terimakasih sudah hadir dalam
hidup ku. Terimakasih sudah memberi kebahagiaan yang besar dalam dunia ku,
terimakasih sudah selalu sabar dengan ku yang selalu bersikap kekanakan semua
yang ku lakukan itu karena cinta takut kehilanganmu untuk kesekian kali.
Kemarin aku masih bisa bertahan, tapi jika sekarang tidak, aku tidak akan
sanggup lagi kehilangan mu," ungkap Arka jujur serius menatap aqila.
Mendengar keseriusan suaminya dalam berkata hati Aqila
tersentuh dan juga sedih.
Dia tidak menyangka sebesar itu cinta arka untuk nya.
"Maaf selama ini sudah membuat mu dan yang lain
khawatir. Aku janji hal itu tidak akan terulang lagi, aku akan selalu berada di
sisi mu hingga maut yang memisahkan kita," batin Aqila berjanji. Dia sama
hal tidak bisa berjauhan dengan suaminya.
"Sudah bie sekarang kita hampiri anak-anak, mereka
pasti sudah menunggu ini hari penting dan bersejarah untuk mereka dan juga
untuk ku pertama kali melihat twins A tampil di panggung," kata Aqila
menyudahi obrolan yang di yakin akan menjadi mellow jika masih dibiarkan tidak
di hentikan.
"Iya, aku hampir lupa saking terbawa suasana. Ayo kita
langsung berangkat," aArka mengandeng tangan Aqila lalu berjalan
meninggalkan kamar.
"Mom, Dad, kenapa lama? Arin tunggu lama tau,"
omel Arin kesal menunggu kedatangan kedua orang tuanya sudah seperti mengantri
sembako.
"Anak mommy cape? maaf ya sayang sekarang kita langsung
berangkat saja gimana?" ucap Aqila bertanya menatap bergantian twins A.
"Iya Mom, Abi harus stay di sana sebelum acara di
mulai," ujar Abi.
"Tap-"
"Arin kembaran Abi yang cantik, lanjut nya nanti saja
kalau sudah tiba, sekarang kita berangkat saja dulu," ucap Abi cepat
memotong perkataan Arin.
Mendengar pujian Abi, bocah perempuan itu tak lagi bicara,
senyum nya pun terus mengukir di wajah.
"Ayo Mom kita berangkat," ajak Arin semangat
mengandeng tangan Aqila.
"Dasar perempuan, di puji sudah langsung senang, emang
nya kencang apa? Kenyang juga makanan," gumam Abi menggeleng kepala.
Dalam perjalanan menuju sekolah, arin begitu aktif terus
berbicara.
"Mom, kakek dan nenek datang kan? aunty ara dan uncle
farel?" tanya Arin.
"Iya sayang semua datang, jadi berikan yang terbaik
biar semua bangga, terutama Abang Abi," ucap Aqila lalu beralih menatap
abi yang diam.
"Iya Mom, Abi janji bakal beri yang terbaik,"
sahut Abi berjanji.
"Arin juga Mom," timpal Arin tidak mau kalah.
"Bagus anak-anak mommy begitu semangat, jadi gak sabar
cepat-cepat tiba di sekolah," ujar Aqila senang melihat penuh semangat di
kedua anaknya.
Arka menyimak obrolan keluarga kecil nya, dia begitu
bahagia.
"Kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan Daddy, bismillah
semoga semua akan terus seperti ini," batin Arka berdoa.
Di tempat lain keluarga besar Adijaya sudah tiba sejak tadi
di sekolah twins.
Kemarin saat mengabari rencana liburan ke vila, aqila
mengabari mommy sari jika besok twins A akan mengikuti acara kegiatan yang
sekolah mereka selenggarakan.
Dan mommy sari yang mendengar itu begitu antusias dan
berkata akan menghadiri menonton cucu nya.
Dewi dan Bian sudah berangkat sejak tadi karena kedua
sengaja pergi lebih awal karena ingin berangkat bareng tini dan vian.
Dewi sudah kontak tini untuk gabung bersama mereka untuk
menonton kedua ponakan nya.
Tini dan Vian pun mendapat tawaran itu tak menolak
mengiyakan saja, karena vian memang sangat ingin berkenalan dengan sosok wanita
bernama aqila.
"Baby kenapa mereka begitu lama?" Tanya Vian
dengan suara pelan.
"Aku gak tau Van, mungkin saja terkena macet,"
jawab Tini.
"Aku gak sabar mau lihat seperti apa sosok perempuan
bernama aqila itu?"
"Iya, gak usah di bilang lagi, aku udah tau. Tapi ingat
ini jangan terlalu di pandang apalagi sampai ketahuan suami kak aqila bisa
habis kamu, aku gak akan belain karena sebelum itu aku udah peringatkan,"
terang Tini kembali memperingati Vian.
"Ya, aku ingat itu. Tapi ada ya pria seperti itu masa
sama kakak sendiri cemburu dasar pria posesif," ucap Vian menggeleng
kepala tidak bisa membayangkan bagaimana hidup istri nya itu memiliki suami
posesif tingkat dewa.
"Gak usah suka katain orang Van, Kamu sendiri emang gak
gitu? lupa ingatan? apa perlu bantuan untuk di ingatkan?" tawar Tini
memberi bantuan.
"Tapi baby aku gak gitu amat, nah dia itu ud-"
"Stop gak usah di bicarakan lagi orang nya sudah
datang," ucap Tini cepat memotong perkataan Vian.
Arka, Aqila dan twins A yang baru tiba di langsung masuk dan
di sana mereka di sambut penuh senyum dari keluarga Adijaya.
"Nenek," panggil Arin berlari memeluk nenek sari.
Wanita yang di panggil itu langsung mensejajarkan tinggi
dengan arin.
"Cucu cantik Nenek semangat sekali, sudah siap tampil
nih seperti nya," ucap Nenek Sari.
"Iya dong Nek, Arin harus semangat," kata Arin.
"Ya sudah kita ke sana saja, acara sebentar lagi bakal
di mulai," ajak Kakek Rama.
Lalu semua pun meluncur menuju kursi yang sudah di sediakan
sekolah untuk tamu dan orang tua wali murid yang hadir.
Satu jam kemudian...
Setelah menyaksikan banyak pertunjukan yang di tampilkan
para murid sekarang giliran Arin tampil.
"Sayang lihat lah putri kecil kita cantik nya seperti
kamu, tapi cerewet nya entah ikut siapa? yang jelas bukan kamu dan juga aku,
mungkin saja ikut kakak mu farel," ucap Arka pelan.
"Bie cerewet begitu tetap anak kamu, dan aku suka
cerewet nya arin menghidupkan suasana," kata Aqila.
"Kamu benar arin anak aku dan kamu hasil buah cinta
kita di ranjang," ucap Arka lalu mengelus perut rata Aqila.
"Sayang pulang dari sini kita ke rumah sakit,"
lanjut Arka.
"Untuk apa bie? kamu sakit?" tanya Aqila khawatir.
"Tidak, aku ingin kamu di cek dokter kandungan,"
jawab Arka santai.
"Dokter kandungan? untuk apa? aku sedang tidak hamil
bie."
"Kata siapa? coba deh kamu ingat lagi ini sudah tanggal
berapa? kenapa hingga sekarang belum datang bulan?"
"Astaga aku hampir lupa bie, bagaimana kamu bisa
mengingat sedangkan aku tak mengingat itu?" tanya balik Aqila.
"Sayang kita tiap hari melakukan hubungan bukan kan itu
sudah jelas? aku sangat yakin di dalam sini sudah ada adik nya twins A,"
kata Arka masih setia mengelus perut rata aqila.
"Amin semoga yang kamu katakan itu benar bie,"
ucap Aqila mengaminkan.
...****************...
Skip rumah sakit.
Keluarga besar Adijaya juga tak ingin ketinggalan mereka pun
ikut ke rumah sakit setelah mendapat penjelasan dari arka yang ingin membawa
aqila karena besar kemungkinan saat ini sedang mengandung.
"Bagaimana Dok apa benar istri saya sedang hamil?"
tanya Arka deg-degan tidak sabaran.
"Iya Pak benar sekarang istri Bapak sedang mengandung,
selamat ya, jaga baik-baik ibu qila nya, karena dari pemeriksaan kehamilan
sebelum nya istri Bapak pernah mengalami sedikit masalah jadi sekarang di
usahakan untuk lebih hati-hati," pesan Dokter tersebut.
"Iya Dok, terimakasih banyak. Sayang kamu dengar itu
bukan? tanya Arka beralih menatap aqila.
"Iya bie aku dengar, harus banyak istirahat,"
jawab Aqila.
Setelah rasa cukup dengan penjelasan dokter keduanya pun
keluar menghampiri keluarga nya.
Betapa bahagianya mereka mengetahui aqila hamil, sama hal
dengan twins A.
Arin tidak sabar punya teman cewek, sedangkan Abi berharap
cowok agar tak di buat pusing harus menghadapi dua perempuan yang tingkah nya
sama dengan Arin, syukur-syukur tidak, tapi kalau iya, entah apa jadi
kedepannya.
Senyum bahagia terukir di masing-masing wajah mereka................TAMAT
TAMAT
Posting Komentar untuk "Bab 274 Pernikahan Di Atas Kertas "